Tentang Kutai Kartanegara

  • Tenggarong which is located 39 Km in northwest Samarinda during then is capital of Sultanate Kutai. The town is residing in Mahakam riverbank with people about 50 thousand mans; there is ex Kutai Empire, which now functioning as museum. This palace built by Dutch in year 1930 replaces wood building stripper palace that falling to pieces combustible. The Museum has collection of objects from Sultanate Kutai period and Dayak Tribes culture objects. The museum collection is impressing property of stripper ceramics jar of Chinese from dynasty Yuan, Ming and Qing period and now Sultanate Kutai is animated. Every year in September in Tenggarong is performed a Erau Festival that taking place during one finite two weeks. Dayak public who come from various areas in Kalimantan follows this event. At this event is performed custom ceremony and various dances that show by the Dayak dressy custom dancers. Kumala Island is newest tourism object in Kutai with solidarity between traditional and modern with complete facilities.

  • Sejarah Kutai Kartanegara

    Kabupaten Kutai merupakan kelanjutan dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Setelah Republik Indonesia berdiri, pada tahun 1947 Kesultanan Kutai Kartanegara dengan status Daerah Swapraja Kutai masuk kedalam Federasi Kalimantan Timur bersama-sama daerah Kesultanan lainnya seperti Bulungan, Sambaliung, Gunung Tabur dan Pasir. Kemudian pada 27 Desember 1949 masuk dalam Republik Indonesia Serikat.

    Daerah Swapraja Kutai diubah menjadi Daerah Istimewa Kutai yang merupakan daerah otonom/daerah istimewa tingkat kabupaten berdasarkan UU Darurat No.3 Th.1953.

    Berdasarkan UU No.27 Tahun 1959, status Daerah Istimewa Kutai dihapus dan daerah ini dibagi menjadi 3 Daerah Tingkat II, yakni:
    1. Kotamadya Balikpapan dengan ibukota Balikpapan
    2. Kotamadya Samarinda dengan ibukota Samarinda
    3. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong

    Pada tahun 1995 Kabupaten Kutai menjadi salah satu Daerah Percontohan Pelaksanaan Otonomi Daerah, berdasarkan PP No.8 Tahun 1995 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan Kepada Daerah Tingkat II Percontohan.

    Pada tahun 1999, wilayah Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi 4 daerah otonom berdasarkan UU No.47 Th.1999, yakni:
    1. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong
    2. Kabupaten Kutai Barat dengan ibukota Sendawar
    3. Kabupaten Kutai Timur dengan ibukota Sangatta
    4. Kota Bontang dengan ibukota Bontang

  • Museum Mulawarman

    Museum Mulawarman

    Museum Mulawarman

    Bangunan ini merupakan bekas keraton Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun pada tahun 1936. Didalam museum ini dapat dilihat beraneka macam koleksi benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Kutai Kartanegara, benda-benda budaya dari daerah Kutai, koleksi keramik kuno, koleksi uang kuno, dan masih banyak lagi. Museum Mulawarman terletak di Jalan Diponegoro dan dibuka setiap hari (kecuali Senin) mulai jam 08.00 hingga 16.00.

    Museum Kayu

    Museum kayu

    Museum kayu

    Museum Kayu terletak disekitar Waduk Panji Sukarame. Museum ini   menyajikan koleksi beraneka macam hasil hutan di Kalimantan Timur. Disamping itu juga terdapat 'monster' buaya ganas yang telah diawetkan yang penah memakan korban manusia di Sangatta, Kutai Timur.

    Waduk Panji Sukarame

    Waduk Panji Sukarame adalah telaga alam yang terdapat di daerah Rondong Demang, Kecamatan Tenggarong. Telaga ini dibendung dan dijadikan waduk untuk pengairan sawah-sawah penduduk. Tempat ini cocok berekreasi di alam terbuka sambil menikmati keindahan alam disekitarnya.

    Monumen Pancasila

    Monumen ini dibangun sebagai lambang keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai dalam melaksanakan pembangunan daerah yaitu dengan diterimanya penghargaan 'Parasamya Purnakarya Nugraha' dari Presiden RI. Monumen Pancasila terletak di pusat kota Tenggarong, tepat didepan Keraton Sultan Kutai dan Masjid Agung Sultan Sulaiman. Di sekeliling monumen terdapat relief yang menggambarkan sejarah perjalanan Kutai Kartanegara semenjak jaman kerajaan hingga di era pembangunan.

    Pondok Labu

    Pondok Labu merupakan sebuah perkampungan suku Dayak Benuaq yang terletak sekitar 25 km dari kota Tenggarong. Di desa ni dapat dijumpai lamin (rumah adat) suku Dayak Benuaq yang dinding-dindingnya terbuat dari kulit kayu. Hampir setiap tahun di desa ini dilaksanakan upacara adat suku Dayak Benuaq seperti Ngugu Tahun. Untuk mencapai perkampungan Pondok Labu ditempuh dengan melalui jalan Tenggarong-Kota Bangun kemudian berbelok ke kanan menggunakan jalan yang dibuat oleh perusahaan batubara PT. Multi Harapan Utama. Angkutan umum menuju Pondok Labu beroperasi setiap hari di terminal angkutan desa Pasar Tangga Arung.

    Pulau Kumala

    Pulau Kumala

    Pulau Kumala

    Pulau Kumala merupakan sebuah pulau kecil yang terletak ditengah-tengah sungai Mahakam di wilayah kota Tenggarong. Pulau seluas 76 ha ini kini sedang digarap untuk dijadikan salah satu obyek wisata andalan kota Tenggarong. Fasilitas yang telah rampung dan dapat dinikmati para pengunjung adalah kereta api keliling pulau, Sky Tower dimana para pengunjung dapat menikmati panorama kota Tenggarong dari ketinggian 75 meter dan cable car atau kereta gantung yang menghubungkan Tenggarong Seberang dengan Pulau Kumala. Berbagai macam fasilitas yang akan dikembangkan adalah arena permainan anak dan keluarga, Aquarium Pesut Mahakam, Lamin atau rumah adat suku Dayak, cottage dan lain sebagainya. Selain menggunakan cable car, Pulau Kumala juga dapat dicapai dengan menggunakan perahu motor/ketinting yang tersedia di dermaga kota Tenggarong.

    Planetarium Jagad Raya

    Planetarium Jagad Raya

    Planetarium Jagad Raya

    Planetarium Jagad Raya merupakan planetarium ketiga di Indonesia setelah Planetarium Jakarta dan Planetarium Surabaya, Jawa Timur.

    Planetarium Jagad Raya terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, di sebelah kiri bangunan Museum Mulawarman. Planetarium ini dibangun pada tahun 2002 dan diresmikan pada tanggal 16 April 2003. Tempat ini merupakan sarana wisata pendidikan untuk menikmati keindahan alam semesta berupa bintang-bintang, planet dan objek-objek langit lainnya. Planetarium ini merupakan tempat Teater Bintang atau teater alam, karena dapat memperlihatkan isi alam semesta serta susunannya.

    Alat peraga yang digunakan berupa Proyektor Skymaster ZKP 3 buatan perusahaan Carl Zeiss Jerman, dengan tinggi maksimum 2750 mm dan berat mencapai 250 kg, lensa yang dimilikinya adalah 100 lensa. Memproyeksikan gambar matahari, bulan, komet, meteor, bintang, rasi, galaksi dan lain-lain. Selain proyektor utama, pada Skymaster ZKP 3 juga terdapat pendukung lainnya berupa proyektor effect dan 8 buah proyektor slide yang berfungsi untuk memproyeksikan gambar.

    Ruang yang digunakan sebagai ruang peragaan ditempatkan melingkari proyektor dan saat pertunjukan dimulai, ruangan tertutup rapat sehingga tidak ada cahaya yang masuk dan sirkulasi udara di atur dengan pendingin ruangan.

Related

Kutai National Park

2018-02-20 17:34:13
mariogatr4v3l

18

Kutai National Park Exploration Trekking

2016-09-17 11:34:56
mariogatr4v3l

18

The New Benakutai Hotel and Apartment

2016-07-30 00:41:30
mariogatr4v3l

18

Kutai Timur

2016-07-14 13:00:23
mariogatr4v3l

18

Kutai Kartanegara

2016-07-14 12:39:34
mariogatr4v3l

18

Kutai Barat

2016-07-13 09:19:39
mariogatr4v3l

18

MAHAKAM RIVER & KUTAI NATIONAL PARK 7D6N

2016-06-19 07:36:08
mariogatr4v3l

18

Paket Tirtayatra (wisata rohani) Kutai

2016-06-19 05:18:05
mariogatr4v3l

18

Mahakam River Tour 6D5N + Samboja Orangutan (Private House Boat)

2019-08-01 08:53:08
mariogatr4v3l

8

PAKET KUNKER BALIKPAPAN 3D/2N

2019-01-24 15:58:42
mariogatr4v3l

8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *