ORANGUTAN – CANOPY BRIDGE – MANGROVE (ONE DAY TRIP)

06:30 – 07:30 BALIKPAPAN – SAMBOJA Morning after breakfast leave from hotel by car drive to Samboja take one hour.   07:30 – 08:00 SAMBOJA – MEETING SERVICES Arrive in Samboja, short brief with local guide then you will see the few surrounding from the tower of the Orangutan at the Island.   08:00 – 09:00 VISIT ORANGUTAN Then visit the Orangutan in the Island you will watch from the river side when the  ranger feeding the Orangutan. 09:00 – 10:00 VISIT SUNBEAR SANCTUARY Afterward, continue to Sun Bear Sanctuary and you can see how their life is before to release in the forest.   10:00 – 11:00 OFFICE – TOWER – ORANGUTAN INFORMATION CENTER Then drive to Office tower to see the view surrounding of BOS Foundation area project 11: 00 – 12:00 SAMBOJA LODGE Return to the Lodge and taking rest till Lunch time   12:00 – 13:00 LUNCH TIME Lunch will serve in the lodge.   13:00 – 13:45 SAMBOJA – BUKIT BANGKIRAI After lunch continue drive to Bukit Bangkirai   13:45 – 15:45 BUKIT BANGKIRAI – CANOPY BRIDGE On arrival, start our short jungle trek into the rain forest about 500 meter from Parking area Along to Canopy bridge, you’ll see many of high and huge trees. Arrive in Canopy bridge, you’ll get experience how to walk up the canopy bridge about 30 meters high from the ground level.   15:45 – 18:00 CANOPY BRIDGE – MANGROVE CENTER Then drive to Mangrove center more less one hour. Arrive in Mangrove center, board on the slow boat called Klotok and explore the Mangrove forest to see the monkey. Late afternoon return to your hotel. End services  Include : Transport (Driver + Gasoline) Motorized Canoe at Mangrove Center Balikpapan Lunch on Samboja Lodge  Guide Ranger at BOSF Entrance Fee BOSF Entrance Fee Bangkirai Hill Entrance Fee Canopy Bridge Parking Exclude : Tipping Guide & Driver Personal Expenses Dinner   Optional Tour Alcohol / Beer For your detail, Call/WhatsApp : +8125413599 & +81346606080

Balikpapan City

Kilang Minyak Balikpapan

“Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing”, this is the Balikpapan slogan taken from Banjar language which mean, when starting a job should be accomplish perfectly. Balikpapan, is Indonesia city part of East Kalimantan province. A resource-rich region well known for its timber, mining, and petroleum export products. There are some folklores that indicate the early begin of Balikpapan name, but there are no one for sure mention the right history about the name. Balikpapan, according to Bahasa Indonesia, balik is behind and papan is a plank. One of the folklore said that it comes from a folk story where a local king threw his newborn daughter into the sea to protect her from his enemies. The baby was tied beneath some planks, which were discovered by a fisherman The early history of this city was influenced by some details, the era of Kutai reign that give the authority to the VOC and Dutch East Indies. On the era of Dutch East Indies, this government finally bought the area from the Sultan of Kutai Kertanegara. to support businesses, particularly for petroleum mining operations by establishing an oil refinery, operating offices and employee housing, this contribution is still exist until this day which become Pertamina settlements staffs. Moreover, during world war II, Japanese fleet captured Balikpapan from Allied troops and the Dutch East Indies. under the leadership of Sakaguchi Shizuo. The Indonesia independent proclamation was late to find out in this town, which was about 1945-1946. Finally in 1949, this area submitted to the Government of the Republic of Indonesia States, which continues to the Republic of Indonesia. Balikpapan is a rich city in its province. Some multinational corporations conduct business activities in East Kalimantan province. Such companies as Pertamina (Indonesia), Total S.A. (France), ChevronTexaco (US), Schlumberger (France), BakerHughes (US), Weatherford (US), Thiess Contractors Indonesia (Australia), and Halliburton (US) use Balikpapan as their base of operations in the region. Governmental public services also attract many people to work in this area, with presence of Bank Indonesia, Finance Department, Port of Semayang, and several others. The local inhabitant in this city is still dominated by Javanese, which mostly are the transmigrant from other island, other ethnic who stay in Balipapan is Tionghoa, Banjar, Paser, Kutai, Bugis, Batak and other minor ethnics. The local people are mostly speak in Paser language or Banjar language, or just speak in Bahasa Indonesia. Other tradition or way of life is refer to each tribe related. There is no particular culture or tradition indicate the Balikpapan culture, because this is a city which become the land of transmigrant and expatriate. Even Balikpapan is an industrial city, there are some destination that still become the tourism attractions like Bangkirai Hill Nature Tourism, Crocodile cultivation, The refinery, The People struggle Monument, Wanawisata KM 10, Bakapai Park, Wain river forest protection, Australian monument, Manggar segarasari beach, Melawai beach, Agro tourism and Japan monument.

Orangutan & Canopy Bridge

Name of Tour : Orangutan & Canopy Bridge Tour Code       : mrg_001 Duration         : 8 – 9 hours Departure       : Daily at 7:00Am   07:00 – 08:00 BALIKPAPAN – SAMBOJA Morning after breakfast leave from hotel by car drive to Samboja take one hour. 08:00 – 08:45 SAMBOJA – MEETING SERVICES Arrive in Samboja, short brief with local guide then you will see the few surrounding from the tower of the Orangutan at the Island. 08:45 – 09:45 VISIT ORANGUTAN Then visit the Orangutan in the Island you will watch from the river side when the  ranger feeding the Orangutan. 09:45 – 10:45 VISIT SUNBEAR SANCTUARY Afterward, continue to Sun Bear Sanctuary and you can see how their life is before to release in the forest. 10:45 – 11:00 SAMBOJA LODGE Return to the Lodge and taking rest. 12:00 – 13:00 LUNCH TIME Lunch will serve in the lodge. 13:00 – 13:45 SAMBOJA – BUKIT BANGKIRAI After lunch continue drive to Bukit Bangkirai 13:45 – 15:45 BUKIT BANGKIRAI – CANOPY BRIDGE On arrival, start our short jungle trek into the rain forest about 500 meter from Parking area Along to Canopy bridge, you’ll see many of high and huge trees. Arrive in Canopy bridge, you’ll get experience how to walk up the canopy bridge about 30 meters high from the ground level. 15:45 – 18:00 CANOPY BRIDGE – MANGROVE CENTER Then drive to Mangrove center more less one hour. Arrive in Mangrove center, board on the slow boat called Klotok and explore the Mangrove forest to see the Proboscis monkey. Late afternoon return to your hotel. End services          

Kutai Barat

Objek wisata Objek wisata yang terdapat di Kutai Barat di antaranya adalah sebagai berikut: Lamin Tolan dan Danau Tolan Lamin Tolan satu-satunya Lamin di Kabuaten Kutai Barat yang benar-benar dapat disebut asli dan unik. Selain dapat dikatakan berumur paling tua (± 200 tahun), lamin ini secara konstruksi dibangun secara tradisional karena semua bahan-bahannya dibuat tidak menggunakan alat modern, semuanya dibuat secara manual. Demikian pula spesifikasinya, misalnya lantai menggunakan rotan, dindingnya dibuat dari kulit kayu, bahan pengikat tidak menggunakan paku, melainkan rotan, baik dibagian atap maupun bagian lainnya. Jadi benar-benar unik. Lamin ini merupakan lamin Suku Dayak Benuaq, Lamin ini terletak di Kampung Lambing, Muara Lawa, Kutai Barat. Dari Sendawar ibukota Kabupaten Kutai Barat berjarak ± 45 KM. Di sekitar lamin terdapat kompleks pekuburan khas Suku Dayak Benuaq, pengunjung bisa melihat Lungun, Templaaq, Kererekng dan Selokng. Selanjutnya bisa pula menyaksikan panorama Danau Tolan.[butuh rujukan] Danau Jempang dan danau-danau lainnya Danau Jempang terletak di Kecamatan Jempang dengan luas kurang lebih 150 km² (15.000 ha). Danau yang ada di Kojo (100 ha), Danau Berambai (30 ha), Danau Malinau (25 ha), dan Danau Loa Maong (100 ha). Semua danau-danau ini merupakan penghasil ikan air tawar yang memasok sebagian besar ikan air tawar di Kalimantan Timur. Kersik Luway Letaknya di Kecamatan Sekolaq Darat, lebih kurang 15 Km dari Desa Melak. Luas area taman ini 50 km². Tiga jenis anggrek yang terdapat di tempat ini antara lain: Anggrek Hitam (Coelogyne Pandurata), Erya Vania, Erya Florida, (Coelogyne Rocus Soini) dan (Bulpophylum Mututina) serta beberapa jenis kantung semar. Fasilitas di lokasi terdapat ruang informasi, fasilitas kebutuhan bagi wisatawan tersedia di Melak. Untuk berkunjung ke tempat ini dapat dicapai dengan kapal sungai dari Samarinda–Melak, dilanjutkan dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Mencimai, Benung, Engkuni Pasek dan Pepas Eheng Adalah desa-desa yang didiami oleh Suku Dayak Benuaq, terdapat lamin yang jaraknya 7 km dari Terminal Kampung Tongkok dan sebagai pusat seni Suku Benuaq. Di desa Mencimai terdapat Museum Mencimai yang berisikan data dan informasi kehidupan suku Dayak Benuaq dalam berladang, berburu dan kehidupan kemasyarakatan lainnya, lengkap dengan foto dan penjelasannya. Museum ini dibangun atas bantuan biaya seorang wisatawan Jepang. Lamin yang dihuni oleh masyarakat di desa-desa ini adalah Lamin Mencimai, Lamin Benung, Lamin Engkuni dan Lamin Eheng. Air Terjun Jantur Gemuruh Obyek wisata air terjun Jantur Gemuruh terletak di desa Mapan. Keistimewaan Air Terjun Jantur Gemuruh ini terdapat candi peninggalan Hindu yang dikenal dengan batu Begulur. Terdapat juga lorong-lorong yang dibuat di bawah tanah dengan lapisan batu yang panjangnya 50 meter. Lokasi ini cocok untuk dijadikan lokasi penelitian pihak kepurbakalaan. Desa Tering Terletak di tepi Sungai Mahakam Kecamatan Long Iram. Di desa Tering bermukim masyarakat Suku Bahau yang ramah menerima tamu dengan kesenian Hudoq. Fasilitas yang tersedia antara lain Lamin adat dan Warung Art Shop. Upacara yang terkenal adalah Lamelah Tenan, Laliq Iqbal dan Hudoq Apah. Untuk mengunjungi tempat ini dapat dicapai dengan kapal sungai dari Samarindake Datah Bilang selama 2 hari. Rukun Damai Long Bagun Ilir Rukun Damai terletak ditepi Sungai Mahakam Kecamatan Long Bagun, Kutai Barat. Desa ini didiami oleh suku Dayak lainnya Lepo Tau yang berasal dari Apo Kayan. Kehidupan mereka sangat rukun dan mempunyai lamin panjang. Seni budayanya asli dan punya ciri khas tersendiri dibandingkan dengan suku-suku Dayak Kenyah lainnya. Desa Long Bagun Ilir dihuni oleh suku Dayak Bahau sehingga budaya mereka berbeda dengan suku lainnya. Sebagian masyarakatnya tinggal di Lamin. Untuk mengunjungi tempat ini dapat dicapai dengan kapal sungai dari Samarinda–Long Bagun selama 2 hari. Long Pahangai dan Long Tuyuk Terletak di tepi Sungai Mahakam dan melalui jeram-jeram yang arusnya deras. Suku Dayak yang berdomisili di Long Pahangai yaitu Umaq Suling, Huang Long Gelaat, Umaq Murut, Huang Kayan dan Umaq Pala. Desa Long Tuyuk yang didomonasi Suku Dayak Bahau terkenal dengan budaya. Di desa ini terdapat lamin adat Mesaat. Pada saat kita menelusuri daerah ini banyak terdapat jeram, di antaranya jeram Udang Napo Hulu dan Neohida. Seni budaya masyarakat setempat yaitu upacara adat Dangai, upacara adat menyambut tamu dan lain-lain. Di daerah ini menggunakan pesawat dari Samarinda ke Data Dawai atau menggunakan long boat yang di-carter.

Makanan Khas Dari Provinsi Kalimantan Timur

Makanan Khas Dari Provinsi Kalimantan Timur Dan Penjelasannya Makanan Khas Kalimantan Timur – Begitu beragam kekayaan yang ada di indonesia, baik itu dari segi budaya, adat istiadat sampai makanan pun mungkin jika didokumentasikan dalam sebuah buku bisa jadi tebalnya setebal kamus ukuran besar. Berbicara makanan khas indonesia, wilayah kalimantan timur turut memberikan kekayaan makanan khas di indonesia. Makanan yang ada di kalimantan timur sangat dipengaruhi oleh budaya baik itu dari suku asli maupun suku pendatang seperti kutai, jawa, bugis, banjar maupun dayak. Tanpa berpanjang lebar langsung saja dibawah ini terdapat makanan khas kalimantan timur : Bubur Pedas Bubur Pedas Adalah makanan khas suku melayu sambas kalimantan barat. Menengok dalam sejarahnya konon bubur pedas ini menjadi makanan yang sering disajikan dalam kerajaan. Dinamakan bubur pedas bukan sebab penggunaan cabai yang sangat banyak melainkan aroma rempah – rempah dalam bubur. Cara memasak bubur ini yaitu dengan mencampurkan kelapa sangrai dan beras sangrai yang sebelumnya telah dihaluskan dengan cara ditumbuk. Rempah – rempah lainnya juga ditambahkan saat proses penumbukan seperti bawang merah putih, daun salam, adas, kunyit, ketumbar, jinten, sereh, lada hitam, cabai, lengkuas dan aneka sayur yang sesuai dengan selera. Ayam Cincane Ayam Cincane | Image source lestariweb.com Merupakan salah satu kuliner di kota samarinda yang menjadi andalan di sana. Biasanya oleh masyarakat samarinda, ayam cicane ini dijadikan hidangan utama saat menyelenggarakan pesta pernikahan maupun acara – acara lainnya. Ciri khas dari ayam cincane ini adalah bumbu yang berwarna kemerahan. Jika anda ingin mencicipinya, ayam cincane dapat anda jumpai di beberapa rumah makan ataupun kedai. Nasi Bakepor Nasi Bakepor | Image source chefbyaccident.com Komposisi dari nasi bekepor adalah terdiri dari nasi liwet yang dicampur dengan potongan ikan asin, rempah – rempah dan minyak sayur. Dalam penyajiannya nasi bekepor biasanya disandingkan dengan daging masak bumi hangus dan sayur gangan asam kukar sebagai lauk tambahan. Penjelasan mengenai sayur gangan asam kukar, adalah sejenis sayur asem yang dimasak dengan campuran di dalamnya kepala ikan dan ubi manis. Nasi Kuning Nasi kuning | Image source by sigitdjatmiko | Flikr.com Makanan khas yang dimiliki kalimantan timur salah satunya adalah nasi kuning. Terbuat dari beras yang dimasak dengan santan rempah – rempah serta termasuk kunyit. Bumbu – bumbu dan santan yang ditambahkan ini membuat warna nasi menjadi kuning dan rasanya lebih gurih dari pada nasi putih. Biasanya nasi kuning disajikan sebagai tumpeng dan disertai bermacam lauk pauk. Amplang Amplang | Image source dwbckalbagtim.blogspot.com Adalah sejenis camilan kerupuk dengan bentuknya yang unik menyerupai kuku macan. Salah satu bahan dari amplang adalah ikan laut. Rasa ikan yang gurih membuat amplang banyak diburu orang untuk dijadikan oleh – oleh ataupun sekedar camilan keluarga di rumah. Pepes Kepiting   Makanan ini bisa dibilang makanan surganya para pencinta seafood, terutama kepiting. Kepiting biasa saja rasanya enak banget, tapi masih kalah sama makanan yang satu ini. Pepes kepiting di Kalimantan dimasak dengan cabe-cabean (baca: cabe beneran yah, hehehe), serai, daun kemangi dan……. bumbu-bumbu rahasia lainnya. Oh ya, setelah dipepes, Pepes Kepiting lalu di bakar di atas api. Dijamin bikin air liur meleleh, dan bikin pengen nambah terus. Gence Ruan   Salah satu harta karun buat pencinta seafood adalah Gence Ruan, hidangan kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur. Karena terletak di pesisir Sungai Mahakam, ikan menjadi salah satu bahan utama untuk banyak masakan di Kalimantan Timur. Gence Ruan terbuat dari ikan gabus yang dibakar dan disiram dengan tumisan bumbu yang terbuat dari rempah-rempah yang dijamin bikin nagih. Ikan Bawis Sambal Gami     Hidangan ini khas dari kota Bontang yang terletak di ujung timur Kalimantan. Ternyata, ikan bawis yang hidup di perarairan air asin ini hanya dapat di temukan diperairan laut dekat dengan kota Bontang. Jadi hidangan ini wajib banget untuk dicoba bila sedang di kota Bontang. Dijamin hidangan ini bikin lidah bergoyang karena sambal gaminya yang mantap pedesnya. Biasanya ikan bawis sambal gami ini disajikan diatas cobek dan dilengkapi dengan rempah-rempah yang melimpah dan disantap dengan nasi hangat. Demikian informasi kami tentang makanan khas kalimantan timur yang semoga bermanfaat.

East Borneo – East Kalimantan

East Borneo – East Kalimantan GEOGRAPHICALY East Kalimantan is the widest province in Indonesia, broadly region is about 245,237.80 Km2 or about one a half point of Java Island and Madura or 11 % from Indonesia region wide total. Located of the province is located on Kalimantan Island (Borneo). The capital province in Samarinda City. This province abuts on direct with neighboring state, that is Sabah and Serawak, East Malaysia. ADMINISTRATIVE East Kalimantan Province consists of 7 Regencies and 3 Cities, now there is one city and three regencies split into the own province is North Kalimantan Province, the province of North Kalimantan officially authorized by the meeting Plenary House of Representatives on October 25, 2012 under Law No. 20 of 2012, but will stand fully begin in 2015. Here is a list of Regency and City be included into East Kalimantan Province is as follow: 1. Berau Regency 2. Kutai Barat Regency 3. Kutai Kartanegara Regency 4. Kutai Timur Regency 5. Mahakam Ulu Regency 6. Paser Regency 7. Penajam Paser Utara Regency 8. Balikpapan City 9. Bontang City 10. Samarinda City The Regency and City be included into North Kalimantan Province is as follows: 1. Bulungan Regency 2. Malinau Regency 3. Nunukan Regency 4. Tana Tidung Regency 5. Tarakan City DEMOGRAPHY East Kalimantan Resident in 2004 amount to 2.750.369 men in 2005 East Kalimantan residents is predicted amount to 2,8 million men. It is compared to region wide, East Kalimantan Province has low density, that is mean about 11,22 men per Km2. INVESTMENT The main result of this province is mining products like oil, natural gas, and stone smoldered. Other sector being grow is agricultural and tourism. East Kalimantan has the tourism objects such as: 1. Derawan Archipelago in Berau, 2. Bukit Bangkirai in Kutai Kartanegara, 3. Unmul Botanical Garden in Samarinda, 4. The Crocodile Breeding in Balikpapan, 5. The Deer Breeding in Penajam, 6. Dayak Pampang Kampong in Samarinda, 7. and more.

Legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu

Legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu Pada zaman dahulu kala di kampung Melanti, Hulu Dusun, berdiamlah sepasang suami istri yakni Petinggi Hulu Dusun dan istrinya yang bernama Babu Jaruma. Usia mereka sudah cukup lanjut dan mereka belum juga mendapatkan keturunan. Mereka selalu memohon kepada Dewata agar dikaruniai seorang anak sebagai penerus keturunannya. Suatu hari, keadaan alam menjadi sangat buruk. Hujan turun dengan sangat lebat selama tujuh hari tujuh malam. Petir menyambar silih berganti diiringi gemuruh guntur dan tiupan angin yang cukup kencang. Tak seorang pun penduduk Hulu Dusun yang berani keluar rumah, termasuk Petinggi Hulu Dusun dan istrinya. Pada hari yang ketujuh, persediaan kayu bakar untuk keperluan memasak keluarga ini sudah habis. Untuk keluar rumah mereka tak berani karena cuaca yang sangat buruk. Akhirnya Petinggi memutuskan untuk mengambil salah satu kasau atap rumahnya untuk dijadikan kayu bakar. Ketika Petinggi Hulu Dusun membelah kayu kasau, alangkah terkejutnya ia ketika melihat seekor ulat kecil sedang melingkar dan memandang kearahnya dengan matanya yang halus, seakan-akan minta dikasihani dan dipelihara. Pada saat ulat itu diambil Petinggi, keajaiban alam pun terjadi. Hujan yang tadinya lebat disertai guntur dan petir selama tujuh hari tujuh malam, seketika itu juga menjadi reda. Hari kembali cerah seperti sedia kala, dan sang surya pun telah menampakkan dirinya dibalik iringan awan putih. Seluruh penduduk Hulu Dusun bersyukur dan gembira atas perubahan cuaca ini. Ulat kecil tadi dipelihara dengan baik oleh keluarga Petinggi Hulu Dusun. Babu Jaruma sangat rajin merawat dan memberikan makanan berupa daun-daun segar kepada ulat itu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, ulat itu membesar dengan cepat dan ternyata ia adalah seekor naga. Suatu malam, Petinggi Hulu Dusun bermimpi bertemu seorang putri yang cantik jelita yang merupakan penjelmaan dari naga tersebut. “Ayah dan bunda tak usah takut dengan ananda.” kata sang putri, “Meskipun ananda sudah besar dan menakutkan orang di desa ini, izinkanlah ananda untuk pergi. Dan buatkanlah sebuah tangga agar dapat meluncur ke bawah.” Pagi harinya, Petinggi Hulu Dusun menceritakan mimpinya kepada sang istri. Mereka berdua lalu membuatkan sebuah tangga yang terbuat dari bambu. Ketika naga itu bergerak hendak turun, ia berkata dan suaranya persis seperti suara putri yang didengar dalam mimpi Petinggi semalam. “Bilamana ananda telah turun ke tanah, maka hendaknya ayah dan bunda mengikuti kemana saja ananda merayap. Disamping itu ananda minta agar ayahanda membakar wijen hitam serta taburi tubuh ananda dengan beras kuning. Jika ananda merayap sampai ke sungai dan telah masuk kedalam air, maka iringilah buih yang muncul di permukaan sungai.” Sang naga pun merayap menuruni tangga itu sampai ke tanah dan selanjutnya menuju ke sungai dengan diiringi oleh Petinggi dan isterinya. Setelah sampai di sungai, berenanglah sang naga berturut-turut 7 kali ke hulu dan 7 kali ke hilir dan kemudian berenang ke Tepian Batu. Di Tepian Batu, sang naga berenang ke kiri 3 kali dan ke kanan 3 kali dan akhirnya ia menyelam. Di saat sang naga menyelam, timbullah angin topan yang dahsyat, air bergelombang, hujan, guntur dan petir bersahut-sahutan. Perahu yang ditumpangi petinggi pun didayung ke tepian. Kemudian seketika keadaan menjadi tenang kembali, matahari muncul kembali dengan disertai hujan rintik-rintik. Petinggi dan isterinya menjadi heran. Mereka mengamati permukaan sungai Mahakam, mencari-cari dimana sang naga berada. Tiba-tiba mereka melihat permukaan sungai Mahakam dipenuhi dengan buih. Pelangi menumpukkan warna-warninya ke tempat buih yang meninggi di permukaan air tersebut. Babu Jaruma melihat seperti ada kumala yang bercahaya berkilau-kilauan. Mereka pun mendekati gelembung buih yang bercahaya tadi, dan alangkah terkejutnya mereka ketika melihat di gelembung buih itu terdapat seorang bayi perempuan sedang terbaring didalam sebuah gong. Gong itu kemudian meninggi dan tampaklah naga yang menghilang tadi sedang menjunjung gong tersebut. Semakin gong dan naga tadi meninggi naik ke atas permukaan air, nampaklah oleh mereka binatang aneh sedang menjunjung sang naga dan gong tersebut. Petinggi dan istrinya ketakutan melihat kemunculan binatang aneh yang tak lain adalah Lembu Swana, dengan segera petinggi mendayung perahunya ke tepian batu. Tak lama kemudian, perlahan-lahan Lembu Swana dan sang naga tenggelam ke dalam sungai, hingga akhirnya yang tertinggal hanyalah gong yang berisi bayi dari khayangan itu. Gong dan bayi itu segera diambil oleh Babu Jaruma dan dibawanya pulang. Petinggi dan istrinya sangat bahagia mendapat karunia berupa seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Bayi itu lalu dipelihara mereka, dan sesuai dengan mimpi yang ditujukan kepada mereka maka bayi itu diberi nama Puteri Karang Melenu. Bayi perempuan inilah kelak akan menjadi istri raja Kutai Kartanegara yang pertama, Aji Batara Agung Dewa Sakti. Demikianlah mitologi Kutai mengenai asal mula Naga Erau yang menghantarkan Putri Junjung Buih atau Putri Karang Melenu, ibu suri dari raja-raja Kutai Kartanegara.

Orangutan & Canopy Bridge One Day Tour

Program : One day tour Pick Up : Airport, Hotel, Address or Intersection Type : Easy Min Pax : 2 Pax (Person) [restabs alignment=”osc-tabs-left” pills=”nav-pills” responsive=”false” tabcolor=”#0066bf” tabhovercolor=”#eded47″] [restab title=”Itineraries” active=”active”] 07:00 – 08:00 BALIKPAPAN – SAMBOJA Morning after breakfast leave from hotel by car drive to Samboja take one hour. 08:00 – 08:45 SAMBOJA – MEETING SERVICES Arrive in Samboja, short brief with local guide then you will see the few surrounding from the tower of the Orangutan at the Island. 08:45 – 09:45 VISIT ORANGUTAN Then visit the Orangutan in the Island you will watch from the river side when the  ranger feeding the Orangutan. 09:45 – 10:45 VISIT SUNBEAR SANCTUARY Afterward, continue to Sun Bear Sanctuary and you can see how their life is before to release in the forest. 10:45 – 11:00 SAMBOJA LODGE Return to the Lodge and taking rest. 12:00 – 13:00 LUNCH TIME Lunch will serve in the lodge. 13:00 – 13:45 SAMBOJA – BUKIT BANGKIRAI After lunch continue drive to Bukit Bangkirai 13:45 – 15:45 BUKIT BANGKIRAI – CANOPY BRIDGE On arrival, start our short jungle trek into the rain forest about 500 meter from Parking area Along to Canopy bridge, you’ll see many of high and huge trees. Arrive in Canopy bridge, you’ll get experience how to walk up the canopy bridge about 30 meters high from the ground level. 15:45 – 18:00 CANOPY BRIDGE – MANGROVE CENTER Then drive to Mangrove center more less one hour. Arrive in Mangrove center, board on the slow boat called Klotok and explore the Mangrove forest to see the Proboscis monkey. Late afternoon return to your hotel. End services [/restab] [restab title=”Including“] Private Transport (car, gasoline) Driver English Speaking Guide Donation Entrance Fee Lunch Canoe with life jacket in Mangrove Center Balikpapan Mineral water 600ml/pax/day Parking [/restab] [restab title=”Excluding“] Flight Ticket Personal Expensive Beer and Soft Drink Tipping Guide & Driver [/restab] [restab title=”Booking“] +62 542 417581 (Office) +62 812 5413 599 (Call / WhatsApp) [/restab][/restabs]            

Samboja Orangutan Tours

Mahakam Wisata Kaltim

Program : 3 Day 2 Night Pick Up : Airport, Hotel, Address or Intersection Type : Leisure & Orangutan Min Pax : 2 Pax (Person) Spend 2 nights at Samboja Lodge, Balikpapan – East Kalimantan. Explore the area with the nature trails program. Join the Samboja Lodge team to see the feeding orangutan at hand made island and sun bear at the sanctuary. Combine with seeing wild proboscis monkey and local fisherman village at the Black river by canoe. [restabs alignment=”osc-tabs-left” pills=”nav-pills” responsive=”false” tabcolor=”#0066bf” tabhovercolor=”#eded47″] [restab title=”Itineraries” active=”active”] DAY 01  : BALIKPAPAN – SAMBOJA LODGE Arrival in Balikpapan Airport, meet and great with our guide. Directly drive to the lodge for about one hour. Arrive at lodge and check-in, see the afternoon feeding time of orangutan. Return to the lodge and enjoy the atmosphere of lodge. (Dinner and accommodation provide at Lodge) DAY 02  : SAMBOJA LODGE & NATURE TRAILS – BLACK RIVER Breakfast at lodge, at 08. 00 am. Joining with Lodge facilitator for nature trails. Walking inside the forest and surrounding. Continue to the office tower, the staff will give you the information about the project of Borneo Orangutan Survival Foundation. Return to the lodge for lunch. Afternoon time visit to the Black river, we will start our trip with a canoe to find any wild proboscis monkey. Passing some fisherman village, return to Lodge. DAY 03  : SAMBOJA LODGE – AIRPORT Breakfast at lodge, at 08. 00 am joining with facilitator for feeding time of Orangutan and Sun bear. Free of your own leisure, prepare for check-out. [/restab] [restab title=”Including“] 02 night accommodation at Samboja Lodge base on STD Room Transport (car, gasoline) Tour as mentioned on program English Speaking Guide A canoe at Black River Meals and refreshment [/restab] [restab title=”Excluding“] Flight Ticket Tipping Guide & Driver Personal Expenses Optional Tour Alcohol / Beer / Soft Drink [/restab] [restab title=”Booking“] +62 542 417581 (Office) +62 812 5413 599 (Call / WhatsApp) [/restab][/restabs]

Pulau kakaban Jelly Fish Marioga Tour & Travel

Mahakam Wisata Kaltim

Name of Tour : Mahakam River & Orangutan Wild Life Duration         : 5D4N Departure       : Daily Day 1 : BALIKPAPAN – MAHAKAM RIVER (L,D) Leave from Balikpapan drive to Kota Bangun by car it’s take 4 – 5 hours driving. On arrival board on the private motorized canoe then immediately cruise up the Mahakam river to Tanjung Isuy. Lunch en-route , Dinner & overnight in Dayak Long House. Day 2 : TANJUNG ISUY – MANCONG – MUARA MUNTAI – KOTA BANGUN (B,L,D) Morning, aer breakfast leave to Mancong by motorized canoe across the vast Jempang lake for homeland of Benuaq Dayak. On arrive at Mancong village a welcome ceremony will be held by the Chief of Dayak and following traditional dances with his people. Here you’ll see the Grand Long house of Benuaq Dayak with their Totem Pole in front of Long house. Afterwards return to Muara Muntai and made a stop to observe the way of life of Kutai people. You’ll see the Monkeys, birds, snake along the Ohong river. Then connue down the river to Kota Bangun for your accommodation. Meals provided. Day 3 : KOTA BANGUN- SAMARINDA – SANGATA – KUTAI NATIONAL PARK (B,L,D) Morning aer breakfast leaving to Sangata by passing Samarinda city the capital of East Kalimantan, then connue drive to Sanggata. Arrive in Sanggata, transfer by motorized canoe continue further up the river to Camp Kakap. After dinner in the evening if no rain you may littel trek into the forest to observe the insect, bugs and Tarantula. Stay and overnight at simple camp. Day 4 : KUTAI NATIONAL PARK – ORANGUTAN (B,L,D) Early morning, after breakfast start your trek into the forest to search the wild life of Orangutan. Lunch will be back at the camp. After lunch, walk again into the forest to see more Orangutan and other wild life. In Afternoon back to camp for stay and overnight. Day 5 : SANGATA – BALIKPAPAN (B,L) Morning breakfast at hotel, then transfer by car drive to Balikpapan. lunch will at local restaurant   End Service

Tour Reservation Form

Travel Reservation